Ahhh tersiksa pilek yang terus mendera...., entah siapa yang mengatur putaran itu, awal mula 2 minggu yang lalu si Noval tergeletak tak berdaya di Sanggar hampir seminggu lebih, di susul Kang Huda Lumpink, trus mas T.Awan, dari dia tongkat estafet di berikan Bang Udin.... Naaah rasanya sekarang giliran ku kena Flu HongKong Ala Hasan Yamin(Naskah perkawinan perak).
Huuuh Kepala Berat kali Bung..! Umbel mbeler teyus(hih nggilani Mux), kentir2 duit entek pisan.
tapi ga popolah sing penting isik iso nrasakno enak e wedang susu Coklat.
wis di kendhel i turu ne ae.
dan kalian yang lagi di Sanggar yang belum kena Flu Hongkong e hasan Yamin, maka bersiap2lah.....Waspadalah2
Read More..
Minggu, 30 November 2008
Selasa, 25 November 2008
Yup..!! The Stage Manager behind VC
Selasa, 25 November 2008
0
Run...and Run....
Manage the show, yaa doing this activty is not easy, need such a good response, quick to think and one mistake gonna be kill the show...
as we know that Video Conferance is a big show with 3000 more participants framed in modern technology that need more special skill to handle VC
when I Came to 2nd VC in Surabaya, there are Mama Sasa As the Stage Manager VC Show, Yeaah Congratulation Mama..!!.... Good Job Read More..
Senin, 24 November 2008
Skuel Video Conferance Surabaya-Banjarmasin
Senin, 24 November 2008
0
melihat banyak perspektif
Saling memahami
Saling Mendengar
Bersahabat Tanpa Jarak
Klik Berkunjung ke Surabaya
Setelah rangkaian awal video Converance (VC) perdamaian dimulai dari Jogja dan Aceh, kemarin, Sabtu, 22 November 2008, di Gedung BK3S Jl Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, VC dialog perdamaian Islam antara pemuda Surabaya dan Banjarmasin terlaksana begitu meriah, diikuti sekitar 1300 pemuda Surabaya dari siswa SMA/MA dan pemuda/I dari pelbagai organisasi kesiswaan, keislaman, Komunitas, kepemudaan, LSM, Ormas, dan beberapa guru di Surabaya.
Dengan tema yang sama "Being A Young Indonesian Muslim" ,kali ini VC yang diselenggarakan PeaceTech Indonesia bekerja sama dengan The Wahid Institute, menggandeng Yayasan Lintas Agama Jawa Timur (dulu FLA/Forum Lintas Agama)sebagai partner lokal.
Video Conferance kali tampak lebih meriah diri VC Sebelumnya, selain karena minat besar pemuda Surabaya untuk mengikuti VC, pada VC Surabaya-Banjarmasin beberapa pembicara luar biasa dihadirkan antara lain, Muhidin M Dahlan (Penulis Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur), Irfan S Awwas (lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia), Nasir Abbas (ex-Mantiqi Jamaah Islamiyah Asia Tenggara), Drs A Rubaidi M.Ag (Dosen IAIN Sunan Ampel),DR.H.Husnul Yakin (IAIN Banjarmasin) dengan host Cici Tegal (artis Jakarta), dan Agus Idwar (presenter televisi)
Banjarmasin.
Kampanye perdamaian Peacetech di surabaya dilakukan dengan mengadakan Workshop Perdamaian, Video Konferensi Perdamaian, Schooll Classes, Peacetech Embassy, dan Media On Line.
rangkaian Workshop dan VC diselenggarakan untuk memberikan pemahaman perdamaian secara mendalam tentang perdamaian, penggunaan tehnologi dan saling berjejaring antara pemuda di Dunia . untuk memasarkan pesan perdamaian melalui tehnologi modern bagi pemuda dalam skala besar dan antar pulau.
Selain di Surabaya, program ini diselenggarakan dengan rangkaian, Surakarta- Ambon pada 20 Desember 2008, Makasar, Indonesia-Davao, Philipina pada 7 Februari 2009, Jakarta, Indonesia-Manila, Philipina pada 14 Maret 2009.
dan......
KLIK Pun akan Berjejaring ma banyak temen dari berbagai daerah Read More..
Rabu, 12 November 2008
TERLALU KOSONG TANPAMU
Rabu, 12 November 2008
2
TERLALU KOSONG TANPAMU
Cukup....Penat begitu Gelap
sekian lama ruang itu kubiarkan tanpamu
di sudut-sudut tepi relung
setelah saat itu...
saat malam wanita telanjang
hilang
kembali Kosong
dan semakin mengosongkan diri
tanpamu...bahtera ini hilang tanpa kendali
dan rinduu itu
semakin kuat menjemput
Sakit pesakitan jalang
Sakit rasa haus pemabuk
sakit kelezatan daging para biksu
dan Terlalu Kosong Tanpamu
Lamuk
Jogja, 12 okt '08 Read More..
Senin, 03 November 2008
Melacak Pemimpin Karbitan
Senin, 03 November 2008
2

Rakyat memang berhak memilih pemimpin. Tetapi Pilkada atau Pilpres bukanlah ajang Idol. Dalam beberapa pilkada, artis berhasil menang. Rano Karno dan Dede Yusuf adalah contohnya. Pola ini pun diulang di berbagai tempat, Syaiful Jamil, Helmy Yahya dan beberapa artis yang lain pun akan kembali dihadirkan di panggung pilkada 2008, sayang mereka tumbang..!!.lantas apakah memang berdemokrasi seperti ini akan menghasilkan pemimpin yang tepat?
Realitas demokrasi kita saat ini adalah siapa pun dapat maju menjadi pemimpin asalkan mampu menjadi mesin suara pada pemilihan, artis sekalipun tanpa pengalaman politik, asalkan dapat dibentuk menjadi mesin suara bukan lah masalah dalam demokrasi kita, karena titik pijaknya ialah bagaimana kotak suara bisa dimenangkan dan kekuasaan dapat diraih.
Memang ini adalah sebuah fenomena baru dalam perpolitikan Indonesia setelah beralih dari sistem parlementer menjadi pemilihan langsung dan tren parlementer yang hanya diisi pemuka agama, ilmuwan, birokrat kampus dan militer mulai diramaikan pula oleh sekelompok kaum yang populis dan selebritis. Disaat citra para birokrat dan politikus semakin buruk dimata publik karena ramainya kasus korupsi yang terungkap saat ini.
Beda politikus beda artis, meskipun politikus pun kerap sekejap berubah menjadi selebritis namun dunia politik lebih berada pada wilayah mendapatkan kekuasaan dan menjaga amanah rakya, jadi gemerlap dunia selebritis rasanya kurang tepat untuk berada dalam satu ruang dengan keseriusan mengurus RAKYAT.
Bentuk Pemilihan langsung saat ini sangat tergantung dengan kondisi umum masyarakat sebagai pemilih. Sebagian masyarakat Indonesia masih terdiri dari masyarakat dengan tingkat ekonomi, sosial, intelektual dan pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Kondisi inilah yang membuat pola pertimbangan pemilih tidak lagi mengutamakan substansi visi dan misi. Kompentensi, kapabilitas dan kualitas calon bukan yang utama. Karisma dan popularitas masih menjadi pilihan utama masyarakat kita.
Perpolitikan kita tak kan lepas dari suplai kekuatan media untuk membentuk citra di setiap benak orang, selama 3 tahun memimpin SBY pun telah menerbitkan sekian Iklan Politik untuk menjaga popularitasnya, mulai dari sosialisasi program pemerintah hingga mengkomunikasikan masalah BBM, yaah sejauh ini memang para elit begitu tergantung dan berharap pada media guna menyampaikan kesemuan-kesemuan supaya tampak nyata.
Begitupun pemain-pemain baru di kancah pemilihan langsung baik dari kalangan artis, pengusaha bahkan mafia pun dapat memilih paket pencitraannya di media untuk ditampilkan pada publik. Jelas itu adalah hak mereka untuk mempersuasi calon pemilih namun dari hal tersebut pula kita dapat melihat berapa rendahnya media literacy kita, betapa lemahnya pengetahuan berpolitik masyarakat kita dan di tengah krisis global saat ini, kita akan menyongsong Pemilu 2009, semua harus melihat secara kritis, mana yang karbitan mana yang instan dan mana yang penjahat, hingga kita menemukan Sejati ning Satrio Paningit, Pemimpin sesungguhnya yang berani melawan dan mengusir penjajah Asing dari Indonesia dan Menangkap Penjajah-penjajah lokal yang korup.
So…. 2009 aku mencalonkan LUNA Maya …. Biar Mudah para elit di perintah turun ke bawah (he he he jadi inget Cleopatra menaklukkan Julius Cesar ) Read More..
Minggu, 02 November 2008
Allahhu Akbar
Minggu, 02 November 2008
1
22.10 WIB,Minggu, 2 Nov '08 beberapa menit setelah aku posting tulisan Reflektif "PIDATO KEMATIAN UNTUK LAMUK", SMS dari sobat ku Gus Irham Musthofa tampil di Inbox kubuka, dan ku baca .......... "Innalilahi wa Inna ilaihi Rajiuun" dia kabarkan bahwa Mareta, TEMAN sekelas ku di Komunikasi meninggal dunia....
Entah Ketersambungan Macam apa ini....
Allahu Akbar Read More..
Entah Ketersambungan Macam apa ini....
Allahu Akbar Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)