Selasa, 25 November 2008

Yup..!! The Stage Manager behind VC

Selasa, 25 November 2008 0


Run...and Run....
Manage the show, yaa doing this activty is not easy, need such a good response, quick to think and one mistake gonna be kill the show...
as we know that Video Conferance is a big show with 3000 more participants framed in modern technology that need more special skill to handle VC
when I Came to 2nd VC in Surabaya, there are Mama Sasa As the Stage Manager VC Show, Yeaah Congratulation Mama..!!.... Good Job Read More..

Senin, 24 November 2008

Skuel Video Conferance Surabaya-Banjarmasin

Senin, 24 November 2008 0

melihat banyak perspektif
Saling memahami
Saling Mendengar
Bersahabat Tanpa Jarak


Klik Berkunjung ke Surabaya

Setelah rangkaian awal video Converance (VC) perdamaian dimulai dari Jogja dan Aceh, kemarin, Sabtu, 22 November 2008, di Gedung BK3S Jl Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, VC dialog perdamaian Islam antara pemuda Surabaya dan Banjarmasin terlaksana begitu meriah, diikuti sekitar 1300 pemuda Surabaya dari siswa SMA/MA dan pemuda/I dari pelbagai organisasi kesiswaan, keislaman, Komunitas, kepemudaan, LSM, Ormas, dan beberapa guru di Surabaya.
Dengan tema yang sama "Being A Young Indonesian Muslim" ,kali ini VC yang diselenggarakan PeaceTech Indonesia bekerja sama dengan The Wahid Institute, menggandeng Yayasan Lintas Agama Jawa Timur (dulu FLA/Forum Lintas Agama)sebagai partner lokal.
Video Conferance kali tampak lebih meriah diri VC Sebelumnya, selain karena minat besar pemuda Surabaya untuk mengikuti VC, pada VC Surabaya-Banjarmasin beberapa pembicara luar biasa dihadirkan antara lain, Muhidin M Dahlan (Penulis Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur), Irfan S Awwas (lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia), Nasir Abbas (ex-Mantiqi Jamaah Islamiyah Asia Tenggara), Drs A Rubaidi M.Ag (Dosen IAIN Sunan Ampel),DR.H.Husnul Yakin (IAIN Banjarmasin) dengan host Cici Tegal (artis Jakarta), dan Agus Idwar (presenter televisi)
Banjarmasin.
Kampanye perdamaian Peacetech di surabaya dilakukan dengan mengadakan Workshop Perdamaian, Video Konferensi Perdamaian, Schooll Classes, Peacetech Embassy, dan Media On Line.
rangkaian Workshop dan VC diselenggarakan untuk memberikan pemahaman perdamaian secara mendalam tentang perdamaian, penggunaan tehnologi dan saling berjejaring antara pemuda di Dunia . untuk memasarkan pesan perdamaian melalui tehnologi modern bagi pemuda dalam skala besar dan antar pulau.
Selain di Surabaya, program ini diselenggarakan dengan rangkaian, Surakarta- Ambon pada 20 Desember 2008, Makasar, Indonesia-Davao, Philipina pada 7 Februari 2009, Jakarta, Indonesia-Manila, Philipina pada 14 Maret 2009.

dan......
KLIK Pun akan Berjejaring ma banyak temen dari berbagai daerah Read More..

Rabu, 12 November 2008

TERLALU KOSONG TANPAMU

Rabu, 12 November 2008 2

TERLALU KOSONG TANPAMU

Cukup....Penat begitu Gelap
sekian lama ruang itu kubiarkan tanpamu
di sudut-sudut tepi relung
setelah saat itu...
saat malam wanita telanjang
hilang
kembali Kosong
dan semakin mengosongkan diri

tanpamu...bahtera ini hilang tanpa kendali
dan rinduu itu
semakin kuat menjemput

Sakit pesakitan jalang
Sakit rasa haus pemabuk
sakit kelezatan daging para biksu
dan Terlalu Kosong Tanpamu

Lamuk
Jogja, 12 okt '08 Read More..

Senin, 03 November 2008

Melacak Pemimpin Karbitan

Senin, 03 November 2008 2

Rakyat memang berhak memilih pemimpin. Tetapi Pilkada atau Pilpres bukanlah ajang Idol. Dalam beberapa pilkada, artis berhasil menang. Rano Karno dan Dede Yusuf adalah contohnya. Pola ini pun diulang di berbagai tempat, Syaiful Jamil, Helmy Yahya dan beberapa artis yang lain pun akan kembali dihadirkan di panggung pilkada 2008, sayang mereka tumbang..!!.lantas apakah memang berdemokrasi seperti ini akan menghasilkan pemimpin yang tepat?
Realitas demokrasi kita saat ini adalah siapa pun dapat maju menjadi pemimpin asalkan mampu menjadi mesin suara pada pemilihan, artis sekalipun tanpa pengalaman politik, asalkan dapat dibentuk menjadi mesin suara bukan lah masalah dalam demokrasi kita, karena titik pijaknya ialah bagaimana kotak suara bisa dimenangkan dan kekuasaan dapat diraih.
Memang ini adalah sebuah fenomena baru dalam perpolitikan Indonesia setelah beralih dari sistem parlementer menjadi pemilihan langsung dan tren parlementer yang hanya diisi pemuka agama, ilmuwan, birokrat kampus dan militer mulai diramaikan pula oleh sekelompok kaum yang populis dan selebritis. Disaat citra para birokrat dan politikus semakin buruk dimata publik karena ramainya kasus korupsi yang terungkap saat ini.
Beda politikus beda artis, meskipun politikus pun kerap sekejap berubah menjadi selebritis namun dunia politik lebih berada pada wilayah mendapatkan kekuasaan dan menjaga amanah rakya, jadi gemerlap dunia selebritis rasanya kurang tepat untuk berada dalam satu ruang dengan keseriusan mengurus RAKYAT.
Bentuk Pemilihan langsung saat ini sangat tergantung dengan kondisi umum masyarakat sebagai pemilih. Sebagian masyarakat Indonesia masih terdiri dari masyarakat dengan tingkat ekonomi, sosial, intelektual dan pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Kondisi inilah yang membuat pola pertimbangan pemilih tidak lagi mengutamakan substansi visi dan misi. Kompentensi, kapabilitas dan kualitas calon bukan yang utama. Karisma dan popularitas masih menjadi pilihan utama masyarakat kita.
Perpolitikan kita tak kan lepas dari suplai kekuatan media untuk membentuk citra di setiap benak orang, selama 3 tahun memimpin SBY pun telah menerbitkan sekian Iklan Politik untuk menjaga popularitasnya, mulai dari sosialisasi program pemerintah hingga mengkomunikasikan masalah BBM, yaah sejauh ini memang para elit begitu tergantung dan berharap pada media guna menyampaikan kesemuan-kesemuan supaya tampak nyata.
Begitupun pemain-pemain baru di kancah pemilihan langsung baik dari kalangan artis, pengusaha bahkan mafia pun dapat memilih paket pencitraannya di media untuk ditampilkan pada publik. Jelas itu adalah hak mereka untuk mempersuasi calon pemilih namun dari hal tersebut pula kita dapat melihat berapa rendahnya media literacy kita, betapa lemahnya pengetahuan berpolitik masyarakat kita dan di tengah krisis global saat ini, kita akan menyongsong Pemilu 2009, semua harus melihat secara kritis, mana yang karbitan mana yang instan dan mana yang penjahat, hingga kita menemukan Sejati ning Satrio Paningit, Pemimpin sesungguhnya yang berani melawan dan mengusir penjajah Asing dari Indonesia dan Menangkap Penjajah-penjajah lokal yang korup.

So…. 2009 aku mencalonkan LUNA Maya …. Biar Mudah para elit di perintah turun ke bawah (he he he jadi inget Cleopatra menaklukkan Julius Cesar ) Read More..

Minggu, 02 November 2008

Allahhu Akbar

Minggu, 02 November 2008 1
22.10 WIB,Minggu, 2 Nov '08 beberapa menit setelah aku posting tulisan Reflektif "PIDATO KEMATIAN UNTUK LAMUK", SMS dari sobat ku Gus Irham Musthofa tampil di Inbox kubuka, dan ku baca .......... "Innalilahi wa Inna ilaihi Rajiuun" dia kabarkan bahwa Mareta, TEMAN sekelas ku di Komunikasi meninggal dunia....

Entah Ketersambungan Macam apa ini....

Allahu Akbar Read More..

Pidato Kematian untuk Lamuk


Assalamu’alaikum.Wr.Wb

Segenap pelayat yang dikasihi Allah,
Di depan anda sekalian terdapat tubuh yang telah berakhir masanya untuk bergerak di bumi ini. Yah tepatnya Jenazah, dan kini Aku “Fathulloh” telah meninggalkan kalian semua…. Sebuah dimensi lain dari kehidupan di bumi.

Ibu, kakakku dan segenap sahabatku yang senantiasa dilindungi Allah
Tetes keringat dan darah kalian mendampingiku semasa hidup di dunia benar-benar tak sebanding dengan kondisi diakhir hidupku. Keringat, darah dan perjuangan kalian untuk ku tak cukup membuatku sadar akan sekian dukungan kalian untuk menjadikan aku sosok yang teguh, berani dan mandiri…..!!! yah memang akhirnya aku hanyalah menjadi pemalas yang mati tanpa karya, peminta yang mati meninggalkan hutang, pendosa yang mati meninggalkan gelap disekitar kuburnya…, Ibu dan Kakak2 ku yang kucinta, pengalaman hidup bersama kalian adalah pengalaman keras bergulat dengan kehidupan, kalian ajarkan kekuatan menghadapi hidup, Ibu ajarkan hitungan rupiah yang tak rasional dan mustahil dilakukan untuk menghidupi aku dan empat saudaraku, sebuah lelaku yang melelahkah……. Namun maaf jika akhirku seperti ini.

Bidadariku yang senantiasa terjaga cahayaNYa
Kurasa kau kini tepat di depan mayatku tanpa satu paham apapun, kau tak terlalu paham semenjak pertama kali kusebut namamu, entah ikatan semacam apa yang ku rasakan karna semakin ku menghindar semakin kau datang pada ku, hingga aku mati pun kau tak mangerti bahwa aku memiliki bahasa sendiri untuk sekian tahun kita bersama. Meski baru kusampaikan saat kau berada di depan jenazah ku saat ini, bahwa terakhir hatiku mesih menyimpan namamu.

Segenap Pelayat yang senantiasa dimulyakan Allah, jenazah ini benar-benar dipastikan akan mendapat dera luar biasa dikuburnya, maka gemakan lah doa untuk ringan kan beban kubur ku Tapi, jangan lagi kalian korbankan keringat dan darah kalian hanya sekedar untuk sesaji tujuh hari kematian ku, cukup kan lah itu untuk hidup kalian saja.

Wassalamu’alaikum.Wr.Wb Read More..
 
Design by Pocket